Selasa, 29 April 2008

PERTAHANAN NEGARA KEPULAUAN

Indonesia dari Indos dan nesos itupun diciptakan oleh ilmuwan Jerman. Mengapa tidak Nusantara sebagai nama, yang nampaknya lebih local genius. Tak tahulah!? Apapun namanya representari fisik geografi yang dimaksudkan oleh nama itu adalah negara kepulauan (archipelagic state). Nah kalau kemudian sebagai negara kepulauan tapi ketahanan atau sense of maritime nya ndak ada bagaimana ceritanya.
Begitu naifkah bangsa ini dengan fakta 3 sea line of communication (SLOC) dari 7 SLOC di dunia adalah miliknya, yang potensinya sangat besar untuk menjadi subyek perdagangan laut dunia; atau fakta-fakta seperti minyak dari Timur Tengah yang menuju negara ras kuning pemegang 40 % peredaran uang dunia melalui Selat Malaka, juga fakta-fakta julukan mega biodiversity, garis pantai terpanjang ke dua di dunia setelah Kanada, akan begitu saja terabaikan.
Weallah!!! dengan fakta demikian itu maka sesungguhnyalah bukan masalah membesarkan angkatan laut untuk membuat pertahanan bangsa ini kuat. Angkatan laut hanya salah satu aspek saja, yang lebih utama dan menjadi permasalahan untuk membangun pertahanan negara kepulauan adalah membangun sense of maritime bangsa ini. Dengan rasa kebaharian ini seluruh potensi yang dimiliki secara meyakinkan dan indigenus terbangun.